Thursday, 27 March 2014

Apa itu sistem E-Filing

E-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan yang dilakukan secara on-line yang realtime melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP).
Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan secara elektronik (e-Filing) melalui sarana:
  1. Penyedia Jasa Aplikasi (ASP), berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2008 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara Elektronik (e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) sebagaimana telah diubah dengan PER-36/PJ/2013. Jenis surat pemberitahuan yang dapat disampaikan adalah seluruh jenis SPT baik masa maupun tahunan dan juga pemberitahuan perpanjangan SPT tahunan.
  2. Situs Pajak, berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-1/PJ/2014 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi yang Menggunakan Formulir 1770S atau 1770SS secara e-Filing Melalui Situs Pajak (www.pajak.go.id). Jenis surat pemberitahuan yang dapat disampaikan adalah SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi formulir 1770S dan 1770SS
Untuk menyampaikan SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan menggunakan e-Filing, Wajib Pajak dapat:
  1. mengunjungi website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) dan klik pada icon e-Filing atau langsung mengunjungi alamat efiling.pajak.go.id; atau
  2. mengunjungi halaman penyedia jasa aplikasi (ASP) yang telah ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu:

Wajib Pajak diharuskan memiliki e-FIN sebelum dapat menyampaikan SPT atau pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan secara e-Filing. Untuk memperoleh e-FIN, bagi Wajib Pajak yang akan menyampaikan SPT secara e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak dapat mengajukan permohonan e-FIN ke KPP terdekat, sedangkan bagi  bagi Wajib Pajak yang akan menyampaikan SPT secara e-Filing melalui ASP harus mengajukan permohonan e-FIN ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.
Dapatkan kemudahan penyampaian SPT melalui e-Filing. Lebih mudah, lebih murah, lebih cepat.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kring Pajak di 500200

Aplikasi Formulir dan Perhitungan Pajak

Bahan Presentasi SPT
Bahan presentasi dalam format power point untuk sosialisasi SPT Tahunan PPh Badan, SPT Masa PPh Pasal 21, SPT PPh OP 1770 S/SS, dan PPh Sewa Tanah dan/atau Bangunan. Silahkan diunduh, untuk membukanya pilih Read Only.
 
Formulir dan Penghitungan Pajak
Silahkan mengunduh formulir dan perhitunagn di bawah ini. File-file excel dalam blog ini dibuat dalam Microsot Excel 2003/2007. Khusus untuk yang berextention doc download dilakukan dengan cara mengklik tulisan yang tebal dan ketika muncul pilihan open, save atau cancel, maka pilihlah save untuk menyimpan file di komputer Anda.
1.SSP Otomatis 2006 (dapat digunakan s.d. 31 Desember 2009)

SSP Otomatis.doc buka dengan excel lalu di save as.

SSP Otomatis.xls adalah SSP dalam bentuk Ms. Excel yang memudahkan dalam pengisian dan nilai terbilangnya secara otomatis terisi, diupdate 29 April 2009 dengan menambahkan sheet database (DATA) agar data seluruh pembayaran dapat disimpan dalam file ini.
2.SSP 2009 (Wajib digunakan mulai 01 Januari 2010)

SSP New Otomatis.zip update 29-01-2010 tambahan petunjuk untuk office 2007, bagi yang kesulitan setting file terbilang.xla silahkan menggunakan file ini karena tidak diperlukan setting terbilang (klik di sini).

SSP New Otomatis Bendaharawan.zip diperuntukkan bagi Bendaharawan Pemerintah sehingga dapat juga dipergunakan untuk pembayaran PPh Pasal 22 Belanja Barang atau penjualan Migas oleh Pertamina (Importir Migas), namun dapat juga digunakan Wajib Pajak Lain sehingga dapat juga dipergunakan untuk pembayaran PPN JKP LN atau PPN FTZ atas Penjualan BKP ke luar Kawasan Bebas(FTZ). (Dapat digunakan untuk kertas HVS atau Carbonise). Bagi yang kesulitan setting file terbilang.xla silahkan gunakan file ini (klik di sini).

SSP Otomatis New Cetak.xls sama dengan yang diatas hanya saja begtu pilih langsung bisa dicetak dengan mengaktifkan macro.

SSP di atas (angka 2) sesuai Per-38/PJ/2009, dapat juga digunakan untuk mata uang dollar.
3.Terbilang.xla

Terbilang.xla terbilang untuk mata uang rupiah

TerbilangDollar.xla terbilang untuk mata uang dollar

File Terbilang adalah kelengkapan file untuk memunculkan jumlah terbilang secara otomatis apabila kita mengetikan sejumlah nilai tertentu

Terbilang.xla dan TerbilangDollar.xla dapat disetting keduanya sekaligus sehingga dapat digunakan mata uang rupiah atau pun dollar.

(Petunjuk penyettinganya ada di file SSP Otomatis(Sheet BACA), atau di SSP New Otomatis.xls atau di BP PPh 21 Final PNS.xls .
4.Kertas Kerja PPh Pasal 21 tahun 2006 (Perhitungan PPh 21.xls)

File penghitungan PPh 21 bulanan dan tahunan dalam bentuk Ms. Excel untuk karyawan yang menerima penghasilan secara bulanan dan pada akhir tahun data bisa diimpor ke dalam eSPT Tahunan PPh Pasal 21, digunakan untuk tahun pajak 2006 s.d. 2008. (Update 26-02-2009, penambahan sheet 1721A1)
5.Kertas Kerja PPh Pasal 21 tahun 2009

Perhitungan PPh Pasal 21 2009.xls update 29-01-2010 perbaikan tambahan petunjuk untuk office 2007.

Perhitungan PPh Pasal 21 DTP 2009.xls update 12-01-2010 perbaikan link total JHT A12 pada sheet 1721A1.

Kertas Kerja Perhitungan PPh Pasal 21 disesuaikan dengan UU PPh No. 36 tahun 2008 dan biaya jabatan sesuai PMK-250/PMK.03/2008 yang dapat digunakan untuk tahun pajak 2009 s.d. ada aturan perubahan dan Kertas Kerja Perhitungan PPh Pasal 21 bagi Perusahaan yang mendapatkan fasilitas PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah yakni bidang usaha Industri, Perkebunan, dan Perikanan.
6.Perhitungan PPh Pasal 21 2013

Perhitungan PPh Pasal 21 disesuaikan dengan PMK No. 16/PMK.03/2012 yang berlaku mulai 01 Januari 2013.
7.Impor 1721A1 untuk tahun 2009

Format file 1721A1 excel untuk masa Desember 2009 apabila pada masa sebelumnya dalam perhitungan PPh Pasal 21 bulanan belum menggunakan file Perhitungan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud angka 5 di atas baik yang mendapatkan fasilitas PPh 21 DTP atau pun tidak (Update 25-03-2010, perbaikan di PTKP untuk Janda/Duda, masih dapat digunakan untuk masa pajak Desember 2010 sampai ada aturan perubahan.
8.Impor 1721 A1 tahun 2013

Perhitungan disesuaikan dengan PMK No. 16/PMK.03/2012 yang berlaku mulai 01 Januari 2013
9.Simulasi Perhitungan PPh Pasal 21 Sebulan dan Setahun serta PPh OP 1770 S

Untuk mengetahui besarnya PPh Pasal 21 seseorang sesuai penghasilan yang diterimanya dari perusahaan/pemberi kerja baik setiap bulannya atau pun pada akhir masa kerja atau akhir tahun (bulan Desember) beserta perhitungan untuk SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 S.
10.Formulir 1770 S Otomatis atau klik di sini dan Form 1770 SS Otomatis

Formulir 1770 S (Pelaporan SPT Tahunan Karyawan) dan 1770 SS (bagi karyawan yang penghasilan 60 juta ke bawah) dalam bentuk Ms. Excel tinggal mencantumkan data seluruh karyawan secara kolektif dalam sheet DATA dan data langsung masuk ke formulir 1770 S/1770 SS kemudian langsung bisa mencetaknya per karyawan.

1770 S 2009.xls sesuai Per-34/PJ/2009, update 25-03-2010 yakni PTKP untuk status Hidup Berpisah (HB) ==> Janda/Duda

1770 SS 2009.xls sesuai Per-34/PJ/2009 sebagaimana telah diubah dengan Per-66/PJ/2009.

1770 S dan SS 2010 sesuai PER-34/PJ/2010

1770 S dan SS 2010 Langsung Cetak sesuai PER-34/PJ/2010

Formulir Perhitungan PPh bagi Suami & Isteri Pisah Harta
11.Formulir SPT PPN 1108 (dalam bentuk ms. excel dan dalam bentuk pdf)

Formulir SPT PPN 1108 dalam bentuk Ms. Excel, dicetak harus dalam kertas folio (8,5 x 13 “) sesuai PER-14/PJ/2008 (Saat ini hanya digunakan WP yang terdaftar di KPP yang berada dibawah Kanwil Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan)-Telah diedit kalkulasi sudah otomatis dan identitas telah link (Update 23-10-2008 )
12.Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP)

File dalam bentuk pdf bisa langsung diklik untuk dibuka, kode MAP untuk biaya pelaksanaan Surat Paksa, SPMP, Pengumuman Lelang, Pembatalan Lelang, tambahan biaya penagihan adalah 423155
13.Formulir Pendaftaran NPWP, Pengukuhan PKP dan Perubahan Data

Link ke tulisan saya yang lain setelah diklik, file dalam bentuk pdf bisa langsung diklik untuk dibuka
14.Formulir 1721 Otomatis untuk Bendaharawan Pemerintah Tahun Pajak 2008

Format Excel, tinggal isikan data sheet Entry Data namun untuk 1721 B & C langsung disi di sheet tersebut

a. SPT Masa PPh Pasal 21 (1721).xls untuk tahun pajak 2009 s.d. 2010

b. SPT Masa PPh Pasal 21 2011.xls untuk tahun pajak mulai 2011

c. SPT masa PPh Pasal 21 masa Desember untuk tahun pajak mulai 2011

d. SPT Masa PPh Pasal 21 2013.xls untuk tahun pajak mulai 2013

e. SPT Masa PPh Pasal 21 masa Desember untuk tahun pajak mulai 2013

Perhitungan PPh 21 dan pembuatan laporan SPT Masa PPh 21 dan 1721 A2 dalam format Excel secara terintegrasi khusus untuk bendaharawan pemerintah.

Impor 1721 A2.xls per-25-01-2010, Impor 1721 A2 2013.xls

file untuk mengimpor 1721A2 ke eSPT PPh Pasal 21 dan juga mencetak formulir 1721 A2 dari excel bagi Bendaharawan Pemerintah.

Bukti Potong PPh 21 Final Otomatis

Pembuatan Bukti Potong dalam jumlah banyak untuk pembayaran honor kepada PNS, TNI, POLRI dan Pensiunan yang dananya dari APBN/APBD.

Bukti Potong PPh Final Otomatis 2011

Sama dengan di atas hanya saja disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2010 yang berlaku mulai 01 Januari 2011.
15.Formulir SPT Masa PPh Pasal 21, 22, 23, 15 dan Pasal 4(2) Tahun Pajak 2009. Sesuai Per-32/PJ/2009 dan Per-53/PJ/2009.
16.Penyusutan Harta Berwujud Tahun Pajak, format excel untuk mengimpor daftar harta ke eSPT Tahunan khusus yang menggunakan metode penyusutan fiskal garis lurus… (Update 01-09-2010-Tahun Buku beda dengan tahun kalender).
17. Faktur Pajak Otomatis, format excel untuk memudahkan bagi Wajib Pajak yang kesulitan membuat faktur pajak.
Semoga bermanfaat !!

Download SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Terbaru untuk Tahun Pajak 2013

Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan  (SPT Tahunan PPh OP) yang wajib disampaikan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi terbagi mejadi tiga macam SPT sesuai peruntukannya, yaitu : SPT 1770, SPT 1770 S, dan SPT 1770 SS. File berikut merupakan File SPT Tahunan berformat pdf yang sudah menggunakan perhitungan otomatis, sehingga wajib pajak tidak perlu lagi menghitung secara manual. Berikut jenis-jenis SPT Tahunan PPh OP tahun 2013 dan link downloadnya.
  1. SPT 1770
  2. Formulir ini dipergunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang mempunyai Penghasilan:
    ·        dari usaha/pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan atau Norma Penghitungan Penghasilan Neto;
    ·        dari satu atau lebih pemberi kerja;
    ·        yang dikenakan Pajak Penghasilan Final dan atau bersifat Final; dan/atau
    ·        penghasilan lain.

    Formulirnya dapat diperoleh di sini 
                 
  3. SPT 1770 S
  4. Formulir ini dipergunakan oleh wajib pajak yang mempunyai penghasilan:
    ·        dari satu atau lebih pemberi kerja;
    ·        dari dalam negeri lainnya; dan/atau
    ·        yang dikenakan Pajak Penghasilan final dan/atau bersifat final

    Formulirnya dapat diperoleh di sini
  5. SPT 1770 SS:

Bentuk Formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat Sederhana (Formulir 1770 SS) bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) setahun

Formulirnya dapat di peroleh di sini.
Formulir-formulir di atas merupakan pdf file yang dapat diisi secara langsung dan disertai rumus yang memungkinkan wajib pajak untuk menghitung pajaknya secara otomatis dan dicetak untuk diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak.
Formulir-formulir di atas berasal dari situs www.pajak.go.id, sehingga merupakan file resmi dan dapat digunakan oleh Wajib pajak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan formulir-formulir di atas adalah sebagai berikut :
1.      SPT hasil pencetakan ini wajib ditanda tangani dan tidak boleh dilipat atau kusut. Untuk pencetakan gunakan hanya kertas HVS berukuran:
·        Folio/Government Legal (8,5 X 13 inch);
·        Berat minimal 70 gr;
2.      Untuk dapat menggunakan formulir ini secara optimal, gunakan aplikasi Adobe Reader versi 8 atau yang lebih baru. Aplikasi ini telah disertakan dalam CD atau dapat di unduh sendiri oleh Wajib Pajak secara gratis di internet;
3.      Isilah dari lampiran-lampirannya terlebih dahulu. Rumus-rumus penjumlahan, pengurangan, kaitan dengan bagian tertentu dan lainnya telah tersedia di dalam form ini, sehingga Wajib Pajak tidak perlu melakukan penghitungan kembali;
4.      Tanda menunjukan hasil perhitungan otomatis. Ada kalanya perhitungan otomatis ini terlambat melakukan eksekusi, untuk memastikan telah berjalan dengan baik, arahkan kursor penunjuk ke sel di mana rumus perhitungan seharusnya berjalan, blok angka yang ada, selanjutnya tekan tombol DELETE dilanjutkan dengan ENTER. Namun demikian Wajib Pajak diharapkan tetap melakukan pengecekan ulang atas hasil perhitungan pada SPT ini terutama pada field ;
5.      Tombol SHOW digunakan untuk menampilkan rumus-rumus perhitungan dalam pengisian SPT secara digital;
6.      Tombol RESET digunakan untuk membersihkan file pdf ini dari data yang telah diisikan sebelumnya. Setelah selesai mengisi SPT dan mencetaknya, jangan lupa simpan ke file lain (Save-as dan beri nama yang berbeda dengan file semula), kemudian gunakan tombol RESET untuk membersihkan file;
7.      Tombol HIDE  digunakan untuk  menyembunyikan rumus-rumus perhitungan sehingga Formulir ini  dapat dicetak kosong apabila ingin dilakukan pengisian secara manual;
8.      Penjelasan lebih  lengkap  mengenai pengisian  SPT  Tahunan  silahkan  baca  Buku  Petunjuk  Pengisian  SPT Tahunan yang bentuk softcopy-nya disertakan dalam SPT digital ini;
9.      Penghasilan Tidak Kena Pajak:
Pilih Button (bulatan pilihan) yang sesuai (TK/K/KI/PH/HB), selanjutnya pada kotak Drop Down menu pilih banyaknya tanggungan yang sesuai. Jika telah dipilih salah satu, pastikan kotak yang lainnya KOSONG.
Untuk Wajib Pajak dengan status PH (Pisah Harta atau suami istri yang memilih menjalankan kewajiban perpajakan sendiri-sendiri) isi Penghasilan Neto Suami dan Penghasilan Neto Istri serta PTKP dalam perhitungan di lembar petunjuk ini.

Semoga bermanfaat

Sumber : http://zigacha.blogspot.com/2014/01/download-macam-macam-spt-tahunan-pajak.html

Belajar Membuat Neraca Lajur Dengan Excel

Neraca lajur dalam akuntansi merupakan alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan. Menurut jenis perusahaannya neraca lajur dibagi menjadi dua jenis yaitu neraca lajur perusahaan industri dan neraca lajur perusahaan non industri (dagang dan jasa). Dalam contoh kali ini akan dibuat neraca lajur untuk perusahaan industri dimana contoh ini merupakan contoh kasus dari blog penulis yang lain (Blog Akuntansi Biaya).
Neraca lajur untuk perusahaan industri terdiri dari 6 kolom  yaitu :
  • Neraca Saldo
  • Ayat Penyesuaian
  • Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
  • Harga Pokok Produksi
  • Rugi laba
  • Neraca
Pada pembahasan kali ini akan dibahas cara penyelesaian mulai dari kolom Neraca saldo setelah Penyesuaian, namun sebelum itu kita lakukan pengelompokan rekening terlebih dahulu untuk mempermudah proses posting ke masing-masing kolom. Adapun pengelompokan rekening adalah sebagai berikut :
Sedangkan screenshoot neraca lajur dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Perhatikan kolom ayat penyesuaian, pengisian kolom ayat penyesuaian dengan cara mengambil nilainya dari sheet penyesuaian.
Sedangkan untuk mengisi kolom Debet pada kolom N.S. Penyesuaian digunakan formula sebagai berikut :
=IF(OR(D7+F7-G7<0,E7<>0),0,D7+F7-G7)

Maksud dari formula diatas adalah jika kolom D7+F7-G7 hasilnya adalah nol atau kolom E7 tidak sama dengan 0, maka kolom NS Penyesuaian diisi 0, namun  ketika D7+F7-G7 hasilnya lebih dari 0 maka isi kolom NS Penyesuaian adalah NS D7+F7-G7

Tahap berikutnya mengisi kolom Kredit pada NS Disesuaikan, gunakan formula sebagai berikut :
=IF(OR(E7+G7-F7<0,D7<>0),0,E7+G7-F7)

Maksud dari formula diatas adalah jika kolom E7+G7-F7 kurang dari 0 atau Kolom D7 tidak sama dengan 0 maka kolom Kredit NS disesuaikan isinya adalah 0, namun jika kolom E7+G7-F7 isinya lebih dari 0 maka isi kolom Kredit NS Disesuaikan adalah E7+G7-F7.
Untuk Mengisi kolom Harga pokok produksi kolom Debet gunakan formula berikut :
=IF(C7=5,H7,0)
Untuk Mengisi Harga pokok produksi kolom Kredit gunakan formula berikut :
=IF(C7=5,I7,0)
Untuk Mengisi Rugi  Laba kolom Debet gunakan formula berikut :
=IF(C7=6,H7,0)
Untuk Mengisi Rugi  Laba kolom Kredit gunakan formula berikut :
=IF(OR(C7=6,C7=4),I7,0)
Untuk Mengisi Neraca kolom  Debet gunakan formula berikut :
=IF(C7=1,H7,0)
Untuk Mengisi Neraca kolom  Kredit gunakan formula berikut :
=IF(OR(C7=2,C7=3),I7,0)
Untuk jelasnya silahkan download file Neraca Lajur !

Download

Monday, 24 March 2014

Apa beda Loco dan Franco ?

Pernakah Anda mendapatkan email berisi penawaran barang. Di akhir email tersebut, si penjual memberikan harga kepada Anda dgn tambahan keterangan pengiriman barang domestik : franco gudang. 

Lalu apakah Franco gudang itu??
franco gudang adalah salah syarat jual beli terkait masalah pengiriman barang.

Berikut kami jelaskan apa saja syarat jual beli yg terkait pengiriman barang tersebut.
Loko Gudang
Pada syarat jual beli ini, pembeli harus menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual ke gudang pembeli.

Franco Gudang
Kebalikannya dari syarat jual beli loko gudang, pada syarat jual beli ini, penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai ke gudang pembeli.

Free on Board
Kalau anda sudah mulai terlibat perdagangan luar negeri, ada bisa saja dikenakan syarat jual beli free on board. Pemberitahuannya biasanya dikirim lewat surat bisnis atau email. Free on board adalah syarat jual beli yg membebankan biaya pengiriman barang kepada pembeli dari luar negeri. Biaya pengiriman barangnya meliputi biaya dari pelabuhan muat penjual sampai ke pelabuhan penerima yg digunakan oleh si pembeli. Penjual di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, hanya menanggung biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan muatnya saja.

Cost, Freight, and Insurance
Kadang-kadang dalam surat perjanjian jual beli disebutkan bahwa penjual harus menanggung cost, freight and insurance. Anda tidak perlu bingung dgn syarat jual beli ini. Cost, freight and insurance ini adalah syarat jual beli dimana penjual harus menanggung biaya pengiriman barang dan asuransi kerugian atas barang yg dikirim.

Semoga bermanfaat…

Macam Tipe Transaksi Penjualan

Bicara mengenai transaksi penjualan maka tidak lepas dengan jenis distribusi/transportasi barang yang diperjualbelikan. Jenis transaksi penjualan ini menentukan dimana titik kepemilikan barang berpindah tangan antara penjual dengan pembeli. Pindahnya kepemilikan barang ini menjadi hal penting karena mempengaruhi resiko akan berada di tangan siapa dan berapa biaya distribusi barang. Dari syarat penyerahan barang ini yang mempengaruhi harga barang yang dijual, sehingga harus ditentukan dengan jelas apakah menggunakan LOCO, FOB, C&F, CIF, atau Franco. Berikut penjelasan untuk masing tipe penyerahan barang tersebut:
  • LOCO (ex.works)
    Penyerahan barang di gudang penjual dalam kedaan seperti aslinya di gudang penjual. Karena penyerahan barang dilakukan di gudang penjual maka biaya pengangkutan di darat maupun di laut menjadi beban pembeli. Kalau pembeli ingin merubah kemasan, ongkos pengepakan ini pun ditanggung pembeli.
  • FOB (Free on Board)
    Poin perubahan kepemilikan barang adalah saat barang sudah dinaikkan ke atas kapal. Dalam hal ini semua biaya sampai barang selesai dimuat di atas kapal sudah termasuk dalam harga yang disebut. Ini berarti termasuk ongkos pengepakan, pengangkutan ke pelabuhan, dan ongkos muat ke atas kapal di samping harga barangnya sendiri.
  • C&F (Cost and Freight)
    Barang beralih kepemilikan barang pada pelabuhan tujuan (destination port). Biayanya adalah biaya FOB ditambah dengan ongkos angkut laut (freight) dari pelabuhan muat (loading port) sampai ke pelabuhan tujuan (destination port) yang diinginkan oleh importir atau pembeli, termasuk harga barang itu sendiri. Dengan kata lain, biayanya terdiri dari ongkos angkut dari gudang ke pelabuhan muat (forwarding fee), dan ongkos angkut laut serta ongkos dokumen pengapalan (shipping charges).
  • CIF (Cost, Insurance and Freight)
    Titik pengalihan kepemilikan barang sama dengan C&F yaitu pada pelabuhan tujuan (destination port). Biaya CIF adalah segala biaya sebagaimana dalam C&F ditambah premi asuransi ( Insurance Premium).
  • Franco
    Harga pembelian sudah termasuk semua biaya sampai barang dibongkar di gudang pembeli. Jadi berarti termasuk bea-bea yang harus dibayar seperti bea masuk, pajak masuk, dan ditambah dengan ongkos angkut dari pelabuhan tujuan ke gudang pembeli dan ongkos bongkar di gudang pembeli. Cara penjualan franco gudang pembeli ini jarang sekali terjadi di dalam perdagangan luar negeri.
Selain lima jenis penyerahan barang di atas, masih terdapat tiga jenis lagi penyerahan barang yang mempengaruhi harga barang, yaitu:
  • F.O.T ( Free On Truck ) = harga barang sampai di atas truk
  • F.I.W (Free In Wagon ) = harga barang sampai di dalam gerbong
  • F.A.S (Free Alongside Ship) = harga termasuk sampai barang siap di pelabuhan, untuk dimuat ke kapal
Istilah Loco dan Franco saat ini sudah jarang digunakan dan lebih banyak dikenal istilah internasional seperti tampak pada gambar berikut:

Barang dagangan yang diserahkan kepada pembeli atau konsumen dapat dilakukan dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a.    FOB Shipping Point (franco gudang penjual), artinya beban angkut barang sejak dari gudang penjualan sampai dengan gudang pembelian menjadi tanggungjawab pembeli.
b.    FOB Destination Point (franco gudang pembeli), artinya beban angkutan barang sejak dari gudang sampai dengan gudang pembeli menjadi tanggungjawab penjual.

Sedangkan syarat pembayaran barang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.    Tunai atau kontan, artinya pembayaran dilakukan saat terjadi transaksi.
b.    n/30, artinya pembayaran dilakukan paling lambat 30 hari setelah terjadinya transaksi.
c.    n/EOM (End of Month), artinya pembayaran dilakukan paling lambat akhir bulan.
d.    n/10 EOM, artinya pembayaran dilakukan paling lambat 10 hari setelah akhir bulan.
e.    2/10,n/30 artinya bila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari atau kurang setelah tanggal transaksi, terdapat potongan 2%, jangka waktu kredit 30 hari.


Referensi:
Materi workshop Hoetomo Lembito – UTS Training & Consulting
Sunday, 23 March 2014

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Persaingan bisnis yang ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya sehari-hari. Jika dilihat secara mendalam, inti dari persaingan perusahaan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan mengimplementasikan proses penciptaan produk atau jasa secara lebih murah, lebih baik dan lebih cepat (cheaper, better, faster) dibandingkan dengan kompetitornya. Namun, banyak perusahaan yang sudah tidak mungkin lagi menerapkan dan mengimplementasikan resource-nya, sehingga salah satu caranya adalah dengan membuat strategi manajemen rantai pasok (Supply Chain Management).
Pengertian Supply Chain
Manajemen rantai pasok (supply-chain management) adalah pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah rantai pemasok yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan.
Menurut Heizer and Render, kunci bagi manajemen rantai pasok yang efektif adalah menjadikan para pemasok sebagai “mitra” dalam strategi perusahaan untuk memenuhi pasar yang selalu berubah.
Sistem ini merupakan hubungan keterkaitan antara aliran material maupun jasa, aliran uang (return/ recycle) dan aliran informasi mulai dari pemasok, produsen, distributor, gudang, pengecer sampai ke pelanggan akhir (upstream ↔ downstream).
Sedangkan yang dimaksud dengan Supply Chain atau rantai persediaan itu sendiri adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini merupakan jaring yang menghubungkan berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengadakan pengadaan barang (procurement) atau menyalurkan (distribution) barang tersebut secara efisien dan efektif sehingga akan tercipta nilai tambah (value added) bagi produk tersebut.
Supply chain juga merupakan logistic network yang menghubungkan suatu mata rantai antara lain  suppliers, manufacturer, distribution, retail outlets, customers. Adapun aktivitas yang terlibat dalam supply chain management seperti yang telah disebutkan diatas yaitu aliran barang, aliran informasi, aliran transaksi dan aliran uang.
Adapun manfaatnya jika mengoptimalkan Supply Chain management yaitu :
1. Mengurangi inventory barang
Inventory merupakan bagian paling besar dari aset perusahaan yang berkisar antara 30%-40%. Oleh karena itu usaha dan cara harus dikembangkan untuk menekan penimbunan barang di gudang agar biaya dapat diminimalkan.
2. Menjamin kelancaran penyediaan barang
Kelancaran barang yang perlu dijamin adalah mulai dari barang asal (pabrik pembuat), supplier, perusahaan sendiri, whosaler, retailer, sampai kepada konsumen akhir.
3. Menjamin mutu
Mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksinya, tetapi ditentukan oleh mutu bahan mentahnya dan mutu dalam kualitas pengirimannya.
4. Mengurangi jumlah supplier
Bertujuan untuk mengurangi  ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking).
5. Mengembangkan supplier partnership atau strategic alliance
Dengan mengadakan kerjasama dengan supplier (supplier partnership) dan  juga mengembangkan strategic alliance dapat menjamin lancarnya  pergerakan barang dalam supply chain management.
Aktivitas Rantai Pasokan
Menurut Gunasekaren terdapat empat aktivitas utama dalam manajemen rantai pasok yaitu : perencanaan (plan), sumber (source), membuat (make/assemble), dan pengiriman (deliver).
Klapper menyebut ke-empat aktivitas ini sebagai fungsi, yang memiliki definisi sebagai berikut:
• Perencanaan (plan): Proses yang memyeimbangkan permintaan dan penawaran agregat untuk membangun jalan terbaik dari tindakan yang memenuhi aturan bisnis yang ditetapkan.
• Sumber (source): Proses yang melakukan pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
• Membuat (make): Proses yang mengubah barang ke tahap penyelesaian untuk memenuhi kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
• Pengiriman (deliver): Proses yang menyediakan barang jadi dan jasa, termasuk manajemen pemesanan, manajemen transportasi, dan manajemen gudang, untuk memenuhi kebutuhan yang direncanakan atau aktual.
Selanjutnya menurut Heizer and Render manajemen rantai pasok mencakup aktivitas untuk menentukan :
1) Transportasi ke vendor.
2) Pemindahan uang secara kredit dan tunai.
3) Para pemasok.
4) Bank dan distributor.
5) Utang dan piutang usaha.
6) Pergudangan dan tingkat persediaan.
7) Pemenuhan pesanan.
8) Berbagi informasi pelanggan, prediksi, dan produksi.

Manajemen rantai pasok harus mencakup semua bagian diantaranya suppliers, produsen, distributor dan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan pelanggan. Rantai pasokan meliputi tidak hanya pada pembuat dan suppliers saja tetapi juga pengangkut, gudang, pengecer, dan bahkan pelanggan itu sendiri.
Pada tiap-tiap organisasi seperti perusahaan manufaktur, rantai pasokan meliputi seluruh fungsi-fungsi yang terlibat dalam penerimaan dan pengisian permintaan pelanggan. Fungsi ini termasuk dalam supply chain management, tetapi sifatnya tidak dibatasi, mengikuti perkembangan produk baru, pemasaran, operasi, distribusi, keuangan, dan customer service.
Rantai pasokan menimbulkan gambaran atas pergerakan produk atau pasokan dari supplier kepada pembuat produk, distributor, pengecer, pelanggan sepanjang rantai.
Supply chain management biasanya melibatkan variasi dari tingkat-tingkat. Tingkat-tingkat ini meliputi:
  1. Pelanggan
  2. Pengecer
  3. Distributor
  4. Pembuat produk
  5. Komponen atau supplier bahan baku.
Gambar dari tingkat-tingkat rantai pasokan :
Penjelasan:
Tiap-tiap tingkat dari rantai pasokan dihubungkan melalui aliran produk, informasi, dan keuangan. Aliran ini biasanya terjadi secara langsung dan mungkin diatur oleh satu tingkat atau perantara. Tiap-tiap tingkat tidak ingin ditunjukkan dalam rantai pasokan. Rancangan rantai pasokan yang tepat tergantung pada kebutuhan pelanggan dan peran yang dijalankan oleh tiap-tiap tingkat yang terlibat.
Tujuan dari tiap rantai pasokan seharusnya untuk memaksimumkan keseluruhan nilai. Nilai dari rantai pasokan berbeda antara apakah hasil akhir tersebut berharga bagi pelanggan dan biaya rantai pasokan yang terjadi dalam pengisian permintaan pelanggan.
Rancangan, perencanaan, dan keputusan operasi menjalankan peran penting dalam kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan.

Tahap-tahap dalam pembuatan keputusan rantai pasokan :
Ø  Strategi atau rancangan rantai pasokan
Ø  Selama tahap ini memberikan rencana pemasaran dan penentuan harga bagi produk, perusahaan memutuskan bagaimana struktur rantai pasokan pada beberapa tahun ke depan.
Ø  Perencanaan rantai pasokan.
Ø  Keputusan yang dibuat selama tahap ini kerangka waktu yang dipertimbangkan adalah seperempat tahun. Susunan rantai pasokan ditentukan fase strategic yang telah pasti. Susunan ini menentukan hambatan yang ada. Keberhasilan perencanaan untuk memaksimumkan surplus rantai pasokan yang dapat dihasilkan dengan perencanaan memberikan hambatan yang timbul selama fase design atau strategi.
Ø  Operasi rantai pasokan
Ø  Waktu yang digunakan disini adalah mingguan atau harian, dan selama fase ini perusahaan membuat keputusan berdasarkan order pelanggan individual.
Persediaan dalam Rantai Pasokan
Kunci keberhasilan dalam rantai pasokan adalah tersedianya bahan dan berjalannya aliran bahan. Dalam manajemen rantai pasokan, terdapat persediaan yang perlu dikelola dengan baik, yaitu:
1.      Bahan baku (raw materials)
Mata rantai bahan baku adalah ada di pabrik pembuat bahan baku ini, dan mata rantai terakhir ada di pabrik pembuat produk akhir (bukan di konsumen akhir). Bahan baku ini di pabrik pembuat produk akhir digabung dengan bahan penolong, dan dengan teknologi tertentu diolah menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi.
2.      Barang setengah jadi (work in process product)
Mata rantai barang setengah jadi bermula di pabrik pembuat bahan jadi. Bahan setengah jadi adalah hasil dari proses bahan baku. Bahan setengah jadi dapat langsung diproses di pabrik yang sama menjadi bahan jadi, tetapi dapat juga dijual  kepada konsumen sebagai komoditas. Jadi, akhir dari mata rantai akan sangat tergantung dari hal di atas, bisa pendek dan bisa panjang. Akhir mata rantai ada di konsumen akhir pengguna atau pembeli hasil produksi tersebut. Persediaan jenis ini adalah persediaan yag digunakan untuk menunjang pabrik pembuat barang jadi tersebut, yaitu untuk pemeliharaan, perbaikan, dan operasi peralatan pabriknya. Mata rantainya bermula dari pabrik pembuat material MRO tadi dan berakhir di perusahaan pembuat barang jadi tersebut, sebagai the final user (manufacturer).
3.      Barang komoditas (commodity)
Persediaan jenis ini adalah barang yang dibeli oleh perusahaan tertentu sudah dalam bentuk barang jadi dan diperdagangkan, dalam arti dijual kembali kepada konsumen. Di perusahaan tersebut, barang ini dapat diproses lagi, misalnya diganti bungkusnya atau diperkecil kemasannya, tetapi dapat juga dijual lagi langsung dalam bentuk asli seperti saat dibeli. Mata rantai persediaan jenis ini bermula dari pabrik pembuat komoditas tersebut dan berakhir pada konsumen akhir pengguna barang tersebut. Barang komoditas kadang-kadang juga disebut resales commodities, karena memang barang tersebut dibeli untuk dijual lagi dengan keuntungan tertentu.
4.      Barang proyek
Persediaan jenis ini adalah material dan suku cadang yang digunakan untuk membangun proyek tertentu, misalnya membuat pabrik baru. Mata rantai panjangnya hampir sama dengan MRO materials, jadi bermula dari pabrik pembuat barang-barang tersebut dan berakhir di perusahaan pembuat barang jadi yang dimaksud.
Proses Bisnis Rantai Pasokan
Pada manajemen rantai pasokan, aktivitas-aktivitas dibagi menjadi beberapa proses bisnis, antara lain:
1.      Customer Relationship Management (CRM) : Langkah pertama manajemen rantai pasok  adalah mengidentifikasi pelanggan utama atau pelanggan yang kritis bagi perusahaan. Aktivitas ini melibatkan tim pelayanan pelanggan (customer service) yang membuat dan melaksanakan program-program bersama, persetujuan produk dan jasa, serta menetapkan  tingkat kinerja tertentu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
2.      Customer Service Management (CSM) : CSM merupakan sumber tunggal informasi pelanggan yang mengurus persetujuan produk dan jasa. Customer Service memberitahukan pelanggan informasi mengenai tanggal pengiriman dan ketersediaan produk melalui hubungannya dengan bagian produksi dan distribusi. Pelayanan setelah penjualan juga perlu, intinya harus secara efisien membantu pelanggan mengenai aplikasi dan rekomendasi produk.
3.      Demand Management : Proses ini harus menyeimbangkan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan pasokan perusahaan, menentukan apa yang akan dibeli pelanggan dan kapan. Sistem manajemen permintaan yang baik menggunakan data point-of-sale dan data pelanggan “inti” untuk mengurangi ketidakpastian dan aliran yang efisien melalui rantai pasok.
4.      Customer Demand Fulfillment : Proses penyelesaian pesanan ini secara efektif memerlukan integrasi rencana kerja antara produk, distribusi dan transportasi. Hubungan dengan rekan kerja yakni anggota primer rantai pasok dan anggota sekunder diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengurangi total biaya kirim ke pelanggan.
5.      Manufacturing Flow Management : Biasanya perusahaan memproduksi barang lalu dibawa ke bagian distribusi berdasarkan ramalan historik. Produk dihasilkan untuk memenuhi jadwal produksi. Seringkali produk yang salah mengakibatkan persediaan yang tidak perlu, meningkatkan biaya penanganan/penyimpanan dan pengiriman produk terhambat. Dengan manajemen rantai pasok, produk dihasilkan berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jadi barang produksi harus fleksibel dengan perubahan pasar. Untuk itu diperlukan kemampuan berubah secara cepat untuk menyesuaikan dengan variasi kebutuhan massal. Untuk mencapai proses produksi tepat waktu dengan ukuran lot minimum, manajer harus berfokus pada biaya-biaya setup/perubahan yang rendah termasuk merekayasa ulang proses, perubahan dalam desain produk dan perhatian pada rangkian produk.
6.      Procurement : Membina hubungan jangka panjang dengan sekelompok pemasok dalam arti hubungan win-win relationship akan mengubah sistem beli tradisional. Hubungan ini adalah melibatkan pemasok sejak tahap desain produk, sehingga dapat mengurangi siklus pengembangan produk serta meningkatkan koordinasi antara engineering, purchasing dan supplier pada tahap akhir desain.
7.      Pengembangan Produk dan Komersialisasi : Untuk mengurangi waktu masuknya produk ke pangsa pasar, pelanggan dan pemasok seharusnya dimasukkan ke dalam proses pengembangan produk. Bila siklus produk termasuk singkat maka produk yang tepat harus dikembangkan dan dilauching pada waktu singkat dan tepat agar perusahaan kuat bersaing
8.      Return : Proses manajemen return yang efektif memungkinkan untuk mengidentifikasi produktivitas kesempatan memperbaiki dan menerobos proyek-proyek agar dapat bersaing. Ketersediaan return (return to available) adalah pengukuran waktu siklus yang di perlukan untuk mencapai pengembalian asset (return on asset) pada status yang digunakan. Pengukuran ini penting bagi pelanggan yang memerlukan produk pengganti dalam waktu singkat bila terjadi produk gagal. Selain itu, perlengkapan yang digunakan untuk scrap dan waste dari bagian produksi diukur pada waktu organisasi menerima uang cash.

Tips KPR disetujui



Membeli rumah bisa dibilang gampang-gampang susah. Paling tidak harus ada kesesuaian dengan 3K yakni keinginan, kebutuhan dan kemampuan keuangan. Nah, salah satu cara yang paling mudah untuk mendapatkan rumah sesuai dengan keinginan adalah melalui Kredit Pemilikian Rumah (KPR) yang disediakan oleh bank. Kredit rumah KPRNamun masih banyak orang yang begitu awam tentang dunia KPR. Pengajuan kredit ditolak oleh pihak bank yang mungkin saja tidak memberikan alasan yang jelas mengapa permohonan itu ditolak. Aryo Diponegoro, praktisi property dan penulis buku Raja Bisnis Properti Megaprofit mengungkapkan sejumlah tips agar pengajuan kredit bisa disetujui sehingga Anda mampu memiliki rumah.

1. Mempunyai Penghasilan Bank mensyaratkan orang yang mengajukan kredit mempunyai penghasilan bisa berupa gaji atau dari bisnis. Jika pasangan, baik suami atau istri mempunyai penghasilan dari pekerjaannya, maka saat pengajuan kredit kedua penghasilan digabungkan sehingga bisa menambah besaran pengajuan KPR. Bank biasanya mensyaratkan besarnya cicilan sepertiga dari penghasilan.

2. Ada Tabungan Rutin 3-7 bulan Tabungan yang diperoleh bersumber dari slip gaji yang Anda terima. Jika Anda pengusaha atau entrepreneur siapkan laporan keuangan usaha Anda. Untuk laporan keuangan, bank biasanya meminta laporan dua tahun terakhir. Sementara untuk slip gaji, perlu dukungan surat keterangan kerja dari kantor.

3. Mempunyai Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP) Umumnya, bank-bank penyedia KPR menuntut calon debitornya mempunyai kartu NPWP. Nah, jika Anda belum mempunyai kartu NPWP segera buat dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak KPP setempat sesuai dengan identitas tempat tinggal Anda.

4. Pastikan bukan masuk anggota BLBI BLBI, bukan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia tetapi Black List Bank Indonesia (BLBI). Jika Anda pernah kredit di bank, terus kreditan tidak lancar lebih dari dua bulan berturut-turut, otomatis Anda masuk anggota BLBI.

5. Lengkapi identitas dan rumah Kalau syarat di atas terpenuhi Anda tinggal tambahkan foto kopi KTP Anda, KTP suami atau istri, surat nikah dan kartu keluarga. Saat ke Bank, jangan lupa surat-surat rumah. Biasanya mereka menuntut fotokopi sertifikat, Pajak Bumi dan Bangunan dan KTP pemilik rumah.

6. Ajukan ke Beberapa Bank Seringkali dalam mengajukan kredit hanya di bank tertentu saja, sambil berharap pengajuan itu diterima. Nah, agar tidak berharap cemas terus, Aryo menyarankan, agar KPR yang Anda ajukan tidak hanya satu bank saja melainkan beberapa bank sekaligus, paling tidak tiga bank. Mengapa? “Karena prosesor bank juga manusia. Dan tiap manusia punya subyektifitas sendiri-sendiri dalam menyetujui KPR yang kita ajukan. Kalau memang memungkinkan mengajukan kredit ke lebih banyak bank itu makin bagus,” ungkap Aryo.

7. Ajukan Pekan Terakhir Pekan muda atau tua pun menjadi pertimbangan dalam pengajuan KPR. Pria asal Jogja yang juga dikenal sebagai motivator khususnya di bidang properti ini mengungkapkan, saat mengajukan KPR lebih baiknya dilakukan pada minggu ketiga sampai keempat karena biasanya pihak bank mengejar target sehingga mudah disetujui.

8. Bulan Januari Paling Ideal Tidak hanya minggu, bulan juga sangat menentukan akan keberhasilan pengajuan kredit. “Kalau yang telah mengajukan kredit bulan Desember lalu tidak disetujui memang wajar. Bulan Desember memang susah mendapatkan kredit karena biasanya siap-siap tutup buku. Bulan Januari seperti sekarang inilah saat yang paling tepat mengajukan KPR,” paparnya sambil menambahkan yang tidak kalah pentingnya dan sering dilupakan adalah berdoa kepada Tuhan.


Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/01/13/tips-agar-pengajuan-kpr-kredit-pemilikan-rumah-disetujui-bank/
 

 

Apa itu WMS (Warehouse Management System) ??

Warehouse atau pergudangan merupakan area yang berfungsi menyimpan barang untuk produksi  atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan.

Warehouse Management System (WMS) atau Sistem Manajemen Pergudangan merupakan kunci utama dalam supply chain, dimana yang menjadi tujuan utama adalah mengontrol segala proses yang terjadi di dalamnya seperti shipping (pengiriman), receiving (penerimaan), putaway (penyimpanan), move (pergerakan), dan picking (pengambilan). Saat ini, penggunaan teknologi seperti WiFi LAN, Radio Frequency, Barcode Scanner, Email dan teknologi informasi lainnya dapat digunakan untuk WMS. Tujuan dari WMS adalah untuk menyediakan satu set prosedur komputerisasi untuk menangani penerimaan dan pengiriman barang, mengelola fasilitas penyimpanan (misalnya racking, dll), mengelola stok barang untuk picking, packing dan shiping.

Keuntungan menggunakan WMS, diantaranya:
  1. Speed Up Handling Process. Mempercepat lead time proses dengan cara komputerisasi / otomatis.
  2. Ensure Accurate Inventory Data. Mengetahui semua transaksi inventory dan jumlah stock lebih cepat dan akurat dalam waktu kapan pun.
  3. Optimize Your Warehouse Layout and Space Utilization. Mengatur lokasi penyimpanan barang secara optimal dengan tool yang ada dalam system.
Dalam WMS, ada beberapa konsep yang bisa digunakan, yaitu :
  1. FIFO (First In First Out), barang yang pertama kali masuk merupakan yang harus keluar pertama kali. Yang pertama kali antri berarti harus pertama kali dilayani.
  2. LIFO (Last In First Out), barang yang terakhir kali masuk harus pertama kali keluar. Contohnya jika barang tersebut adalah pasir, otomatis yang harus dianbil duluan adalah bagian atasnya.
  3. FEFO (First Expired First Out), barang yang cepat kadaluarsa harus pertama kali keluar. Contohnya obat-obatan, makanan, minuman.
Ada beberapa WMS yang dipakai oleh beberapa perusahaan yaitu Live Inventory (PT IMS Logistics), FMGPro, Manhattan, dll.

Semua sistem ini memakai Barcode (berisi kode unik/ packing list dan case dari barang tersebut yang berfungsi sebagai identifikasi barang) sebagai sarananya dan terintegrasi di seluruh cabang-cabang mereka. WMS ini akan memberitahu lokasi mana yang akan menjadi lokasi barang tersebut atau PIC Gudang bisa menaruh di sembarang tempat karena perpindahan ataupun penempatan akan direkam di system dengan scan barcode lokasi barang asalkan lokasi tersebut di update di system. Jadi, tidak ada lagi barang yang terselip di dalam gudang.

Menurut kami, WMS akan mengoptimalkan tenaga kerja, mengurangi waktu proses, mengurangi proses inventory yang tidak perlu yang pada akhirnya akan meningkatkan pelayanan kepada customer. Perlu diingat pula bahwa tidak setiap gudang dapat atau harus menerapkan WMS karena adakalanya suatu gudang cukup menerapkan system pergudangan yang sederhana saja, misalnya untuk  gudang dengan skala kecil. Oleh karena itu, penggunaan WMS perlu dioptimalkan agar tidak merugikan pihak warehouse.

Data-data ini kami dapatkan dari source yang memiliki lisensi langsung mengenai software database gudang.
Fitur di atas adalah fasilitas ideal yang disediakan oleh Warehouse Management System. 
Receiving and Putaway, Dispacthing, Stock Take, Reporting adalah beberapa fitur standard yang coba kami bahas.

1.   Receiving and Putaway

Proses Receiving and Putaway dimulai ketika barang datang ke gudang. Secara fisik barang yang datang harus dimasukkan ke dalam sistem WMS, sehingga database barang di gudang akan terupdate. Opsi melakukan input barang adalah dengan menggunakan Input data PO (Purchase Order) secara otomatis yang dilakukan Departemen Purchasing / Pembelian, atau dengan input data manual. Prinsip utamanya adalah kesesuaian fisik yang datang dengan kebutuhan di gudang, sehingga menghindari terjadinya selisih stock pada saat melakukan cycle count atau stock opname.
Setelah fisik barang diterima, selanjutnya fisik barang tersebut harus diletakkan pada lokasi tertentu di gudang (Putaway). Proses Putaway ini sangat penting untuk mengetahui informasi dimana barang yang diterima diletakkan serta bisa mensupport sistem FIFO/FEFO (First In First Out / First Expired First Out).

Gambar di atas menunjukkan jumlah produk yang diterima dan lokasi yang peletakkan nya. Untuk gudang yang memiliki fasilitas barcoding serta kompleksitas dan nilai yang sangat tinggi maka disarankan melakukan pencetakan dokumen receipt pada sticker barcode yang akan ditempelkan pada barang, hal ini berguna untuk mempercepat aktifitas operasional karena proses perpindahan fisik barang akan disupport oleh adanya sistem scan barcoding menggunakan handheld dan operator yang melakukan putaway tidak perlu melakukan updating pada komputer.


Informasi receipt label yang ditempelkan pada pallet ini juga sangat membantu operator gudang melakukan cycle count / stock opname, tidak perlu melakukan penghitungan manual dan cukup melihat informasi pada sticker, maka waktu penghitungan akan sangat cepat dan akurat. Setelah barang di atas pallet ditempel lebel dan diletakkan sesuai lokasi yang tertera, maka proses receiving dan putaway bisa dikatakan selesai.

2.   Dispacthing
 
Proses dispatching ini berfungsi sebagi pendukung operasional pengeluaran barang dari gudang (picking dan delivery barang) atas barang-barang yang akan dikirimkan ke outlet-outlet atau kepada customer. Pencarian lokasi atas barang-barang yang akan di picking akan dipermudah melalui adanya informasi pada WMS.


Bagi para pekerja gudang, tentunya fitur ini mempercepat pencarian. Cukup melihat informasi, atau bahkan informasi ini sudah terupload kedalam device handheld, melakukan picking dan melakukan scanning barcode terhadap sticker di pallet sehingga secara data barang tersebut sudah dinyatakan diambil dan stock pada lokasi sudah kosong sera bisa ditempati barang lain yang akan diterima.

Setelah melakukan picking pada lokasi maka operator pada gudang perlu dipandu dengan informasi barang-barang yang akan didelivery / diberangkatakan ke satu tujuan. WMS akan memberikan informasi order dari customer berupa sticker barcode yang ditempelkan pada setiap karton yang akan diberangkatkan. Sticker ini akan sesuai jumlahnya dengan fisik barang yang sudah diambil dari lokasi.

Setelah melakukan aktifitas picking, maka perlu dilakukan validasi antara item-item yang telah di picking dengan order dari outlet atau customer. Warehouse Management System mengakomodasi validasi ini dengan fitur dokumen yang dinamakan dengan Delivery Note atau bisa juga disebut sebagai Delivery Note. Fungsi utama fitur ini adalah memudahkan operasional gudang membandingkan antara item-item yang dipicking dengan item-item yang akan dimuat ke dalam truck, petugas gudang yang melakukan biasanya dinamakan “checker” yang melakukan fungsi double check antara hasil picking versus barang yang akan di loading. Sedemikian penting tugas checker ini sehingga untuk mempercepat pekerjaannya, WMS mensupport dengan pencetakan dokumen Delivery Note / Delivery Order seperti gambar berikut.

 
Selain fitur Delivery Note, dibutuhkan fitur double check berikutnya untuk memastikan seluruh barang keluar merupakan order dari customer, salah satu fungsi double check ini bisa dibantu dengan sticker dispatch label.

Sticker dispatch label ini akan memandu operator untuk melakukan loading ke dalam truck yang akan membawa barang ke satu tujuan tertentu. Dispatch label ini memiliki fungsi ganda sebagai proses double check pada tempat / destinasi yang nantinya akan menerima barang tersebut. Informasi sticker dan jumlah karton cukup menjadi dasar pengecekan, menghemat waktu pengecekan pada saat melakukan unloading di tempat tujuan.

Pada saat dipatch ini WMS akan memotong sejumlah stock yang telah didelivery ke tujuan, proses informasi ini dibaca sebagai pengurangangan tingkat persediaan dan secara otomatis bisa diproses kepada sebuah Sistem Manajemen Persediaan untuk selanjutnya diproses menjadi pemesanan kepada supplier. 

Stock take dilakukan untuk melakukan penyesuaian stock fisik dan stock komputer sehingga tingkat persediaan yang berhubungan dengan biaya persediaan pada sebuah gudang sesuai dengan keadaan fisik. Stock take sendiri merupakan satu aktifitas yang menyedot kapasitas dan sangat menguras waktu dari operator gudang. Tidak jarang proses stock take dilakukan dengan melibatkan banyak personil gudang, dilakukan penghitungan 1, penghitungan 2 dan seterusnya untuk memastikan barang secara fisik ada di dalam gudang. WMS sudah memudahkan dengan informasi detail setiap barang dan lokasi, sehingga operator cukup mudah untuk melakukan stock take. Dalam flow WMS maka operasional gudang tentunya tidak memunculkan selisih antara fisik barang dengan stock komputer.
Report Stock take yang dicetak setelah hasil penghitungan fisik dilakukan idealnya adalah 0 atau tidak terjadi selisih sama sekali antara komputer dengan fisik. Jika ada nilai selisih plus atau minus maka dilakukan penghitungan ulang terhadap fisik, WMS telah membantu untuk melakukan referensi lokasi barang yang terjadi selisih, operator tidak perlu lagi berkeliling gudang untuk menghitung seluruh jumlah barang melainkan cukup menghitung ke lokasi yang menurut report terjadi selisih. Waktu yang digunakan akan sangat singkat. Setelah seluruh penghitungan dilakukan, maka komputer akan melakukan adjustment plus atau minus terhadap penghitungan fisik. Pada tahapan ini maka gudang telah memiliki stock update yang sesuai antara data dengan fisik.

3.   Reporting

Fitur reporting adalah fitur pendukung yang cukup vital. Laporan yang tersedia pada WMS harus mampu menjelaskan banyak hal kepada pemilik barang, laporan ini juga harus valid dan bisa tersedia sewaktu-waktu dimana sebuah keputusan harus ditunjang oleh adanya data historis masa lalu. Fitur reporting ini menurut kami menjadi titik vital pentingnya ada sebuah WMS pada gudang.
Beberapa fitur reporting pada gambar di samping haruslah mampu mendukung kebutuhan sebuah gudang akan sebuah informasi yang lengkap. Idealnya seseorang akan mampu membaca kesehatan sebuah gudang pada fitur reporting ini. Misalkan reporting hari persediaan (Inventory Days) yang seharusnya berada pada tingkat minimum, anggap saja idealnya 5 hari. Jika reporting menunjukkan stock gudang ada di atas 5 hari, maka keputusan Kepala Gudang / Manajer Gudang haruslah mencoba menurunkan tingkat order dan mengoptimalkan pengeluaran barang, sehingga tingkat persediaan turun.
Report ini juga dibutuhkan customer (topik khusus pada penyedia jasa gudang) untuk mengetahui barang apa saja yang tersedia pada gudang dan akan dikirim ke outlet atau destinasi mana. Tanpa adanya fitur pendukung berupa reporting ini, maka WMS bisa dikatakan tidak lengkap dan kurang menjawab kebutuhan user.
Reporting juga harus dihubungkan dengan Key Performance Indicator (KPI) dari gudang. Misalkan KPI dari variansi stock adalah 1%, maka Report harus mampu mengeluarkan laporan selisih barang hasil stock opname. Untuk kebutuhan lebih lanjut (biasanya digunakan oleh Data Analyst), fitur reporting harus mampu mengekspor file ke dalam file .dbf .csv atau .xls yang bisa diolah lebih lanjut dengan Ms Excel.
Beberapa fitur standard dari WMS tadi seharusnya bisa ditemukan pada setiap gudang, tergantung dari nilai pergerakan barang yang terjadi di dalamnya. Instalasi software WMS sendiri memerlukan biaya tidak sedikit dan setidaknya membutuhkan 1-2 orang dedicated admin untuk bertanggung jawab atas WMS ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut, pembaca dapat melihat di situs ini :
http://wkertowi.wordpress.com/2010/10/04/warehouse-management-layout-is-the-key-of-success/#more-225

Sumber :
http://industri15nina.blog.mercubuana.ac.id/2011/01/20/warehouse-management-system-wms/

 

Powered by Blogger.